Islam telah
mengajak kaum muslimin supaya selalu bermurah senyum kepada orang lain, berbeda
dalam berpakaian, bertindak, bertingkah laku, dan berbuat, agar dengan demikian
itu mereka menjadi suru teladan yang menjadikan mereka layak mengemban risalah
Rasulullah saw. bagi manusia. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu
Al-Handhaliyyah disebutkan bahwa Nabi Shallallahualaihi wa ssalam pernah
bersabda kepada para sahabatnya ketika mereka hendak mendatangi saudara-saudara
mereka:
“Kalian akan mendatangi saudara-saudara kalian. Karenanya,
perbaikilah kendaraan kalia, dan pakailah pakaian yang bagus sehingga kalian
menjadi seperti tahi lalat di tengah-tengah umat manusia. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai suatu yang buruk.”
Rasulullah saw. telah mengkategorikan penempilan yang kurang bagus,
kondisi yang acak-acakan, mengabaikan penampilan dan berpakaian maburadul
sebagai suatu hal yang buruk. Semuanya itu termasuk hal yang dibenci dan
dilarang oleh Islam sebagai agama yang hanif.
Apabila Islam telah mengajak kaum Muslimin secara keseluruhan untuk
selalu berpenampilan baik di tengah-tengah orang banyak, maka Islam juga
mengajak wanita Muslimah untuk selalu berpenampilan baik, jelas dan berbeda
dalam bentuk dan tingkah lakunya, karena akan memberikan imbas bagi dirinya dan
keluarganya.
Berdasarkan hal tersebut, wanita Muslimah tidak boleh mengabaikan
dirinya, tidak acuh terhadap penampilan yang baik dan bersih di tengah-tengah kesibukan
aktivitas, pekerjaan dan menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu, bahkan
dianjurkan untuk selalu berpenampilan baik tanpa berlebih-lebihan. Perhatian
Muslimahpada penampilan yang baik, bersumber dari pemahaman akan kepribadiannya
dan menunjukkan citra rasa dan kecermatan pandangannya pada peranannya dalam
kehidupan, serta menunjukkan gambaran dirinya sebagai wanita yang normal yang
tidak memisahkan antara penampilan lahir dan batin. Karena penampilan yang
bersih, baik, dan rapi memuat kandungan-kandungan mulia. Sehingga dari kedua
penampulan itu terbentuklah kepribadian wanita Muslimah.
Wanita Muslimah yang cerdas, ia yang senantiasa menyelaraskan diri
antara penampilan lahir dengan penampilan batin, dan mengetahui bahwa dirinya
terdiri dari tubuh, akal dan jiwa, sehingga ia akan memberikan hak
masing-masing dan mengisinya secara menyelaras sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Apa saja yang harus dilakukan wanita Muslimah agar dapat
merealisasikan keselarasan antara tubuh, akal dan jiwanya? Adapun yang harus
dilakukan adalah sebagai berikut:
A.
Tubuhnya
1.
Sederhana
dalam makan dan minum
2.
Rajin
berolahraga
3.
Menjaga
kebersihan badan dan pakaian
4.
Penuh
perhatian terhadap mulut dan giginya
5.
Selalu
merawat keindahan rambut
6.
Berparas
menarik
7.
Menghindari
tabarruj dan tidak berlebih-lebihan dalam berhias
B.
Akalnya
1.
Melindungi
akalnya dengan ilmu
2.
Ilmu
yang harus dipelajari dan ditekuni oleh wanita Muslimah adalah Kitabullah,
yaitu, Ilmu Alquran: baik bacaan tajwid, maupun penafsirannya. Ilmu Hadis:
sirah, kisah para sahabat dan tabi’in dari kalangan tokoh wanita, Ilmu Fiqih:
ibadah dan muamalah serta memahami hukum-hukum agama dengan benar dan tepat.
3.
Penguasaan
diri dalam bidang keilmuan
4.
Menjauhkan
diri dari hal-hal yang khurafat
5.
Tidak
pernah lepas dari membaca dan menelaah
C.
Jiwanya
1.
Tekun
beribadah dan membersihkan diri
2.
Memilih
teman yang shalihah, serta senantiasa menghadiri majlis-majlis keimanan
3.
Senantiasa
membaca doa.
Wanita Muslimah yang benar-banar menyadari ajaran agamanyaselalu memperhatikan
jalannya dan memperbanyak amal shalih supaya dapat selamat dari tempat kembali
yang menakutkan (neraka) yang mana syaitan baik yang berwujud jin dan manusia
setiap saat dan di setiap tempat senantiasa berusaha untuk menjerumuskan wanita
kedalamnya.
dari: Dr. Muhammad Ali
Al-Hasyimi
Wallauhua’lam
Semoga
Bermanfaat.....
