Minggu, 24 April 2016

Wanita Muslimah dan Kewajiban Memelihara Diri



            Islam telah mengajak kaum muslimin supaya selalu bermurah senyum kepada orang lain, berbeda dalam berpakaian, bertindak, bertingkah laku, dan berbuat, agar dengan demikian itu mereka menjadi suru teladan yang menjadikan mereka layak mengemban risalah Rasulullah saw. bagi manusia. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Al-Handhaliyyah disebutkan bahwa Nabi Shallallahualaihi wa ssalam pernah bersabda kepada para sahabatnya ketika mereka hendak mendatangi saudara-saudara mereka:
“Kalian akan mendatangi saudara-saudara kalian. Karenanya, perbaikilah kendaraan kalia, dan pakailah pakaian yang bagus sehingga kalian menjadi seperti tahi lalat di tengah-tengah umat manusia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai suatu yang buruk.”
Rasulullah saw. telah mengkategorikan penempilan yang kurang bagus, kondisi yang acak-acakan, mengabaikan penampilan dan berpakaian maburadul sebagai suatu hal yang buruk. Semuanya itu termasuk hal yang dibenci dan dilarang oleh Islam sebagai agama yang hanif.
Apabila Islam telah mengajak kaum Muslimin secara keseluruhan untuk selalu berpenampilan baik di tengah-tengah orang banyak, maka Islam juga mengajak wanita Muslimah untuk selalu berpenampilan baik, jelas dan berbeda dalam bentuk dan tingkah lakunya, karena akan memberikan imbas bagi dirinya dan keluarganya.
Berdasarkan hal tersebut, wanita Muslimah tidak boleh mengabaikan dirinya, tidak acuh terhadap penampilan yang baik dan bersih di tengah-tengah kesibukan aktivitas, pekerjaan dan menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu, bahkan dianjurkan untuk selalu berpenampilan baik tanpa berlebih-lebihan. Perhatian Muslimahpada penampilan yang baik, bersumber dari pemahaman akan kepribadiannya dan menunjukkan citra rasa dan kecermatan pandangannya pada peranannya dalam kehidupan, serta menunjukkan gambaran dirinya sebagai wanita yang normal yang tidak memisahkan antara penampilan lahir dan batin. Karena penampilan yang bersih, baik, dan rapi memuat kandungan-kandungan mulia. Sehingga dari kedua penampulan itu terbentuklah kepribadian wanita Muslimah.
Wanita Muslimah yang cerdas, ia yang senantiasa menyelaraskan diri antara penampilan lahir dengan penampilan batin, dan mengetahui bahwa dirinya terdiri dari tubuh, akal dan jiwa, sehingga ia akan memberikan hak masing-masing dan mengisinya secara menyelaras sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Apa saja yang harus dilakukan wanita Muslimah agar dapat merealisasikan keselarasan antara tubuh, akal dan jiwanya? Adapun yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
A.     Tubuhnya
1.      Sederhana dalam makan dan minum
2.      Rajin berolahraga
3.      Menjaga kebersihan badan dan pakaian
4.      Penuh perhatian terhadap mulut dan giginya
5.      Selalu merawat keindahan rambut
6.      Berparas menarik
7.      Menghindari tabarruj dan tidak berlebih-lebihan dalam berhias

B.     Akalnya
1.      Melindungi akalnya dengan ilmu
2.      Ilmu yang harus dipelajari dan ditekuni oleh wanita Muslimah adalah Kitabullah, yaitu, Ilmu Alquran: baik bacaan tajwid, maupun penafsirannya. Ilmu Hadis: sirah, kisah para sahabat dan tabi’in dari kalangan tokoh wanita, Ilmu Fiqih: ibadah dan muamalah serta memahami hukum-hukum agama dengan benar dan tepat.
3.      Penguasaan diri dalam bidang keilmuan
4.      Menjauhkan diri dari hal-hal yang khurafat
5.      Tidak pernah lepas dari membaca dan menelaah

C.     Jiwanya
1.      Tekun beribadah dan membersihkan diri
2.      Memilih teman yang shalihah, serta senantiasa menghadiri majlis-majlis keimanan
3.      Senantiasa membaca doa.
Wanita Muslimah yang benar-banar menyadari ajaran agamanyaselalu memperhatikan jalannya dan memperbanyak amal shalih supaya dapat selamat dari tempat kembali yang menakutkan (neraka) yang mana syaitan baik yang berwujud jin dan manusia setiap saat dan di setiap tempat senantiasa berusaha untuk menjerumuskan wanita kedalamnya.
dari:      Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi
Wallauhua’lam
Semoga Bermanfaat.....