Kamis, 23 Juni 2016

PROGRAM KEMANFAATAN & PEMBERDAYAAN DOMPET DHUAFA MENUJU KESEJAHTERAAN UMAT




Sebagai seorang Muslim, menunaikan zakat merupakan kegiatan yang bersifat wajib dalam kehidupan apabila sudah tercapai nisab dan haulnya. Selain itu, zakat merupakan komponen utama dalam sistem keuangan publik sekaligus kebijakan fisikal yang utama dalam sistem ekonomi Islam. Pengumpulan dan penyaluran serta potensi zakat (infak dan sedekah) sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, akhir-akhir ini sudah menjadi kajian multi dimensi dalam khasanan literatur ekonomi Islam. Menurut para ahli intelektual Muslim,  zakat sebagai sebuah teori jika terealisasikan dengan baik dan benar maka akan terciptanya pembangunan dan kesejarteraan terutama yang mengangkut masalah keuangan publik.

Dalam konsep fikih zakat menyebutkan bahwa sistem zakat berusaha untuk mempertemukan pihak suplus Muslim  (muzaki) dengan pihak defisit Muslim (mustahik). Hal ini dilakukan dengan harapan terjadi proyeksi pemerataan pendapatan antara surplus Muslim dan defisit Muslim atau bahkan menjadikan kelompok defisit Muslim menjadi surplus. (Mustafa E: 2006,208)

Dompet Dhuafa merupakan lembaga penyalur Zakat yang sudah berkompeten dan berpengalaman berupaya agar masyarakat senantiasa memiliki kesadaran untuk menunaikan zakat dan berupaya semaksimal mungkin menyalurkannnya kepada yang berhak menerima zakat dan mengelola dana zakat agar dapat diberdayakan oleh masyarakat.. Agar dana zakat, infak dan sedekah tersalurkan secara tepat, maka penulis tertarik memberikan gagasan mengenai program-program kemanfaatan dan pemberdayaan Dompet Dhuafa menuju kesejahteraan umat. Adapun program-program tersebut ialah:

1.      Pemberdayaan Ekonomi
Pemberdayaan ekonomi dimaksudkan mengatasi masalah finansial yang dihadapi oleh kaum dhuafa seperti tukang becak, tukang sampah, buruh kasar, loper koran dan dhuafa lainnya. Pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan pemberian biaya setiap hari jum’at secara rutin dan berkelanjutan guna mengurangi beban biaya hidup sehari-hari. Selain itu Pemberdayaan Ekonomi juga diiringi dengan pendataan dan pemberian binaan dan pendidikan serta modal usaha seperti hewan ternak, warung berkah, dan sebagainya kepada mereka agar mampu menjadi orang yang bermanfaat kepada sesama.

2.      SAYANG (Sahabat Yatim Cemerlang)
Penulis menyadari, bahwa anak-anak yatim mayoritas merupakan anak yang kurang mendapatkan perhatian, namun ada diantara mereka yang memiliki prestasi bahkan memiliki potensi dan keahlian khusus yang dapat mengantarkan mereka sukses di masa depan. Sahabat Yatim Cemerang merupakan target dari pemberdayaan Dompet Dhuafa yang harus dilakukan dengan pemberian beasiswa dan pelatihan kepada anak-anak yatim yang memiliki bakat, atau keahlian yang mereka mumpuni. Selain itu, pemberian pelatihan dimaksudkan untuk menggali potensi-potensi mereka yang masih terpendam, memberikan pelayanan konsultasi dan perhatian kepada mereka. Dalam hal ini para pengelola Dompet Dhuafa menjadi keluarga dan para donatur menjadi orangtua asuh bagi mereka khususnya anak-anak yatim mulai dari usia 0-19 Tahun.

3.      Bunda Yatim Mandiri
Bukan hanya anak yatim saja yang mendapat perhatian, dalam program ini orang tua tunggal (Ibu) dari anak yatim tersebut juga mendapatkan santunan dan pelatihan. Tujuan program ini adalah agar Bunda Yatim binaan Dompet Dhuafa lebih memahami dasar-dasar mendidik anak dengan baik. Selain mendapatkan kajian dasar mendidik anak, Bunda Yatim juga mendapatkan materi keterampilan dan kewirausahaan agar menjadi orangtua yang mandiri, sukses di dunia maupun di akhirat.

4.      Layanan Ambulance
Layanan Ambulance diberikan secara gratis kepada kaum dhuafa binaan Dompet Dhuafa. Hal ini bertujuan mengurangi beban finansial yang dihadapi keluarga binaan ketika mengalami musibah.

5.      Sumber Air Bersih
Kita sama-sama mengetahui bahwa Air merupakan sumber kehidupan baik untuk di konsumsi untuk membersihkan dan untuk berwudhu. Penyaluran dana zakat, infak dan sedekah juga dapat dimanfaatkan untuk masyarakat yang berdomisili di wilayah yang kekurangan Sumber Air Bersih.

6.      PRAKTIS (Praktek Medis Gratis)
Praktek Medis gratis disediakan kepada kaum dhuafa binaan yang bertujuan memberikan layanan kesehatan kepada mereka. Kegiatan ini bisa dilakukan per priode ataupun secara rutin yakni, melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat dan memberikan layanan kesehatan kepada mereka yang sedang sakit secara gratis.

7.      GENPRES (Generasi Prestasi)
Generasi Prestasi diberikan kepada Mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik. Pemberian beasiswa Generasi Prestasi disertai dengan pemberian pelatihan minat dan bakat, seminar, workshop dan lokakarya lainnya agar menjadi Generasi yang mandiri dan mampu bersaing dalam dunia kerja. Generasi Prestasi juga diharapkan mampu meningkatkan dan membantu lembaga Dompet Dhuafa dalam memberikan manfaat kepada umat.

8.      SAJA (Sekolah Anak Jalanan)
Banyak sekali kita jumpai anak-anak jalanan yang membawa kotak-kotak infak ataupun hanya sekedar minta-minta di pinggir jalan pada jam-jam kerja. Program Sekolah Anak Jalanan ini diharapkan mampu mengurangi jumlah angka anak yang putus sekolah ataupun yang tidak melanjutkan sekolah karena kendala biaya.

9.      IBU QU (Insentif Bulanan Guru AlQur’an)
Sebagai penghormatan kepada guru-guru yang mengajarkan Al-Qur’an maka Dompet Dhuafa sudah selayaknya melaksanakan program tersebut di kantor atau di Mesjid atau di rumah binaan. Program IBU QU memberikan pelatihan kepada guru Alquran mengenai manajemen pembelajaran dan cara membentuk karakter anak.

10.  REMES (Remaja Mesjid Sukses)
Remaja Mesjid merupakan penggerak kegiatan keagamaan (Hari Besar Islam) di suatu daerah. Untuk itu, penulis memandang perlu memberikan pelatihan kepada Remaja Mesjid dalam memberikan bekal ilmu dan keterampilan, sehingga mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat setempat. Program ini juga membantu para Remaja Mesjid agar terhindar dari penyakit-penyakit sosial seperti narkoba, pergaulan bebas, pencurian, dan lain sebagainya.

11.  GEMA (Gerakan Membaca Alquran)
Dalam hal ini, Dompet Dhuafa memberikan infak dan sedekah berupa Alquran dan buku-buku bacaan Islami kepada Mesjid-Mesjid, kepada para Musafir, kepada Madrasah-Madrasah atau ke rumah-rumah yang masih memerlukannya. Gerakan Membaca Alquran ini di program sedemikian rupa sehingga menumbuhkan rasa cinta kepada Alquran bagi masyarakat.

12.  Muallaf Center
Program Muallaf Center dilaksanakan untuk memberikan pemahaman tentang Islam secara mantap kepada para Muallaf agar mereka mampu menjalankan syariat Islam kecara Kaffah. Selain itu juga para Muallaf didata dan diberikan bantuan serta pelatihan secara rutin dan berkelanjutan. Untuk itu, penulis menganggap perlu di adakan perkumpulan Muallaf di daerah tertentu yang disebut dengan Muallaf Center.

Dengan adanya program-program tersebut, para kaum dhuafa akan merasakan manfaat dan pemberdayaan dari lembaga Dompet Dhuafa. Selain itu gerakan Zakatnesia turut bertartisipasi menumbuhkan semangat membayar zakat bagi seluruh masyarakat Indonesia dan menyalurkannya dengan baik dan benar, sehingga tidak ada lagi kita dengar di media tentang “pembagian zakat menelan korban jiwa”  Na’uzubillah . Namun sebaliknya apabila semua unsur masyarakat peduli dan merealisasikan zakat, maka negara Indonesia akan menjadi Negara Baldatun thoyyibatun wa robbun ghoffur. In syaa Allah....

Semoga Bermanfaat.

PROGRAM KEMANFAATAN & PEMBERDAYAAN DOMPET DHUAFA MENUJU KESEJAHTERAAN UMAT



Sebagai seorang Muslim, menunaikan zakat merupakan kegiatan yang bersifat wajib dalam kehidupan apabila sudah tercapai nisab dan haulnya. Selain itu, zakat merupakan komponen utama dalam sistem keuangan publik sekaligus kebijakan fisikal yang utama dalam sistem ekonomi Islam. Pengumpulan dan penyaluran serta potensi zakat (infak dan sedekah) sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, akhir-akhir ini sudah menjadi kajian multi dimensi dalam khasanan literatur ekonomi Islam. Menurut para ahli intelektual Muslim,  zakat sebagai sebuah teori jika terealisasikan dengan baik dan benar maka akan terciptanya pembangunan dan kesejarteraan terutama yang mengangkut masalah keuangan publik.

Selain itu, zakat sendiri bukanlah semata-mata untuk tujuan duniawi, seperti distribusi pendapatan, stabilitas ekonomi dan lain sebagainya, tapi juga mempunyai implikasi untuk kehidupan akhirat. Sebagaimana QS. At-Taubah ayat 103 "Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a mu itu (menumbuhkan) ketentraman bagi jiwa mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui"

Dalam konsep fikih zakat menyebutkan bahwa sistem zakat berusaha untuk mempertemukan pihak suplus Muslim  (muzaki) dengan pihak defisit Muslim (mustahik). Hal ini dilakukan dengan harapan terjadi proyeksi pemerataan pendapatan antara surplus Muslim dan defisit Muslim atau bahkan menjadikan kelompok defisit Muslim menjadi surplus. (Mustafa E: 2006,208)
  
Dompet Dhuafa merupakan lembaga penyalur Zakat yang sudah berkompeten dan berpengalaman berupaya agar masyarakat senantiasa memiliki kesadaran untuk menunaikan zakat dan berupaya semaksimal mungkin menyalurkannnya kepada yang berhak menerima zakat dan mengelola dana zakat agar dapat diberdayakan oleh masyarakat.. Agar dana zakat, infak dan sedekah tersalurkan secara tepat, maka penulis tertarik memberikan gagasan mengenai program-program kemanfaatan dan pemberdayaan Dompet Dhuafa menuju kesejahteraan umat. Adapun program-program tersebut ialah:

1.      Pemberdayaan Ekonomi
Pemberdayaan ekonomi dimaksudkan mengatasi masalah finansial yang dihadapi oleh kaum dhuafa seperti tukang becak, tukang sampah, buruh kasar, loper koran dan dhuafa lainnya. Pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan pemberian biaya setiap hari jum’at secara rutin dan berkelanjutan guna mengurangi beban biaya hidup sehari-hari. Selain itu Pemberdayaan Ekonomi juga diiringi dengan pendataan dan pemberian pelatihan dan pendidikan serta modal usaha seperti gerobak dagang, hewan ternak, warung berkah, dan sebagainya kepada mereka agar mampu menjadi orang yang bermanfaat kepada sesama.

2.      SAYANG (Sahabat Yatim Cemerlang)
Penulis menyadari, bahwa anak-anak yatim mayoritas merupakan anak yang kurang mendapatkan perhatian, namun ada diantara mereka yang memiliki prestasi bahkan memiliki potensi dan keahlian khusus yang dapat mengantarkan mereka sukses di masa depan. Sahabat Yatim Cemerang merupakan target dari pemberdayaan Dompet Dhuafa yang harus dilakukan dengan pemberian beasiswa dan pelatihan kepada anak-anak yatim yang memiliki bakat, atau keahlian yang mereka mumpuni. Selain itu, pemberian pelatihan dimaksudkan untuk menggali potensi-potensi mereka yang masih terpendam, memberikan pelayanan konsultasi dan perhatian kepada mereka. Dalam hal ini para pengelola Dompet Dhuafa menjadi keluarga dan para donatur menjadi orangtua asuh bagi mereka khususnya anak-anak yatim mulai dari usia 0-19 Tahun.

3.      Bunda Yatim Mandiri
Bukan hanya anak yatim saja yang mendapat perhatian, dalam program ini orang tua tunggal (Ibu) dari anak yatim tersebut juga mendapatkan santunan dan pelatihan. Tujuan program ini adalah agar Bunda Yatim binaan DompetDhuafa lebih memahami dasar-dasar mendidik anak dengan baik. Selain mendapatkan kajian dasar mendidik anak, Bunda Yatim juga mendapatkan materi keterampilan dan kewirausahaan agar menjadi orangtua yang mandiri, sukses di dunia maupun di akhirat.

4.      Layanan Ambulance
Layanan Ambulance diberikan secara gratis kepada kaum dhuafa binaan Dompet Dhuafa. Hal ini bertujuan mengurangi beban finansial yang dihadapi keluarga binaan ketika mengalami musibah.

5.      Sumber Air Bersih
Kita sama-sama mengetahui bahwa Air merupakan sumber kehidupan baik untuk di konsumsi untuk membersihkan dan untuk berwudhu. Penyaluran dana zakat, infak dan sedekah juga dapat dimanfaatkan untuk masyarakat yang berdomisili di wilayah yang kekurangan Sumber Air Bersih.

6.      PRAKTIS (Praktek Medis Gratis)
Praktek Medis gratis disediakan kepada kaum dhuafa binaan yang bertujuan memberikan layanan kesehatan kepada mereka. Kegiatan ini bisa dilakukan per priode ataupun secara rutin yakni, melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat dan memberikan layanan kesehatan kepada mereka yang sedang sakit secara gratis.

7.      GENPRES (Generasi Prestasi)
Generasi Prestasi diberikan kepada Mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik. Pemberian beasiswa Generasi Prestasi disertai dengan pemberian pelatihan minat dan bakat, seminar, workshop dan lokakarya lainnya agar menjadi Generasi yang mandiri dan mampu bersaing dalam dunia kerja. Generasi Prestasi juga diharapkan mampu meningkatkan dan membantu lembaga Dompet Dhuafa dalam memberikan manfaat kepada umat.

8.      SAJA (Sekolah Anak Jalanan)
Banyak sekali kita jumpai anak-anak jalanan yang membawa kotak-kotak infak ataupun hanya sekedar minta-minta di pinggir jalan pada jam-jam kerja. Program Sekolah Anak Jalanan ini diharapkan mampu mengurangi jumlah angka anak yang putus sekolah ataupun yang tidak melanjutkan sekolah karena kendala biaya.

9.      IBU QU (Insentif Bulanan Guru AlQur’an)
Sebagai penghormatan kepada guru-guru yang mengajarkan Al-Qur’an maka Dompet Dhuafa sudah selayaknya melaksanakan program tersebut di kantor atau di Mesjid atau di rumah binaan. Program IBU QU memberikan pelatihan kepada guru Alquran mengenai manajemen pembelajaran dan cara membentuk karakter anak.

10.  REMES (Remaja Mesjid Sukses)
Remaja Mesjid merupakan penggerak kegiatan keagamaan (Hari Besar Islam) di suatu daerah. Untuk itu, penulis memandang perlu memberikan pelatihan kepada Remaja Mesjid dalam memberikan bekal ilmu dan keterampilan, sehingga mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat setempat. Program ini juga membantu para Remaja Mesjid agar terhindar dari penyakit-penyakit sosial seperti narkoba, pergaulan bebas, pencurian, dan lain sebagainya.

11.  GEMA (Gerakan Membaca Alquran)
Dalam hal ini, Dompet Dhuafa memberikan infak dan sedekah berupa Alquran dan buku-buku bacaan Islami kepada Mesjid-Mesjid, kepada para Musafir, kepada Madrasah-Madrasah atau ke rumah-rumah yang masih memerlukannya. Gerakan Membaca Alquran ini di program sedemikian rupa sehingga menumbuhkan rasa cinta kepada Alquran bagi masyarakat.

12.  Muallaf Center
Program Muallaf Center dilaksanakan untuk memberikan pemahaman tentang Islam secara mantap kepada para Muallaf agar mereka mampu menjalankan syariat Islam kecara Kaffah. Selain itu juga para Muallaf didata dan diberikan bantuan serta pelatihan secara rutin dan berkelanjutan. Untuk itu, penulis menganggap perlu di adakan perkumpulan Muallaf di daerah tertentu yang disebut dengan Muallaf Center. (http://www.dompetdhuafa.org/)

Dengan adanya program-program tersebut, para kaum dhuafa akan merasakan manfaat dan pemberdayaan dari lembaga Dompet Dhuafa. Selain itu gerakan Zakatnesia turut bertartisipasi menumbuhkan semangat membayar zakat bagi seluruh masyarakat Indonesia dan menyalurkannya dengan baik dan benar, sehingga tidak ada lagi kita dengar di media tentang “pembagian zakat menelan korban jiwa”  Na’uzubillah . Namun  apabila semua unsur masyarakat peduli dan merealisasikan zakat, maka negara Indonesia akan menjadi Negara Baldatun thoyyibatun wa robbun ghoffur. In syaa Allah....

Semoga Bermanfaat.


Senin, 20 Juni 2016

RESENSI BUKU : Cahaya Keagungan Cinta Sang Mujaddid Badiuzzaman Said Nursi






Judul                : Api Tauhid
Penulis              : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit            : Republika
Cetakan           : I, Dzulhijah 1435 H
Tebal                : 573 halaman

 Membaca novel Api Tauhid kita akan terbawa ke dalam suasana tiga Negara, Benua dan Budaya, yakni  Indonesia, Turki dan Madinah. Novel penggugah jiwa ini mengisahkan sejarah perjalanan dakwah sang Mujaddid Badiuzzaman Said Nursi yang dikemas dalam perjalanan asmara antara Fahmi dan Nuzula.
Kyai Arselan pemilik Pesantren paling besar di Yosolilangun dan merupakan ulama cukup terkenal di Kabupaten Lumajang ingin menjodohkan putrinya yang bernama Nuzula dengan seorang pemuda yang berasal dari Jawa Timur, yang cerdas, tampan, hafidz dan mahasiswa S2 di Universitas Islam Madinah yang bernama Fahmi. Ketika istikharah Fahmi belum tuntas, keluarga Kyai ingin menyegerakan proses lamaran kepada Fahmi. Namun siapa sangka Nuzula yang merupakan gadis modern pada umumnya yang terkontaminasi perubahan budaya di kota Metropolitan itu pun sudah mengenal pacaran. Hal itu pula yang nyaris membuat Fahmi binasa dan membuatnya tak sadarkan diri.
Menyadari masalah tersebut cukup menekan batinnya, Fahmi pun kembali ke Madinah untuk menenangkan diri dan bertekad mengkhatamkan 40 kali hafalannya di Masjid Nabawi. Namun apa yang terjadi ? Sebelum selesai mengkhatamkan 40 kali hafalannya ia pun jatuh sakit. Ali dan Subki kedua sahabatnya dari Indonesia yang merawatnya selama di Prience Mohammed Bin Abdul Aziz Hospital di bantu oleh Hamzah sahabatnya yang berasal dari Turki. Memahami bahwa Fahmi mempunyai masalah, Hamzah mengajaknya berlibur ke Turki, melihat keindahan alam Turki dan mengenang jejak perjalanan Badiuzzaman Said Nursi.
Badizzaman Said Nursi dilahirkan pada 1877 di Desa Nurs, Provinsi Bitlis, Anatolia Timur dan meninggal pada 20 Maret 1960 di Sanlurfa. Pada masa ini muncul tokoh-tokoh besar umat Islam dengan karakter dan strategi perjuangan masing-masing dalam menegakkan kalimat Allah. Seperti di India dan Pakistan muncul Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawy (1886-1948) dan Muhammad Ali Jinnah (1876-1948). Di Libya muncul Syaikh Omar Mukhtar (1858-1931) yang mendapat julukan  The Lion of Deser from Libya. Di Mesir muncul Syaikh Mustafa Al-Maraghi (1881-1945) dan Syaikh Hasan Al Banna (1906-1949). Di Palestina muncul Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini (1895-1974) merupakan mufti besar Palestina yang mendukung kemerdekaan Indonesia pada masa itu. Di Aljazair muncul Syaikh Abdul Hamid bi Badis atau dikenal dengan Ibnu Badis (1889-1940). Dan di Indonesia yang tak kalah dengan dunia Islam lainnya, hadir tokoh-tokoh pejuang Hadratus Syaikh Hasim Asy’ari (1875-1947), dan Kyai Haji Ahmad Dahlan (1869-1928).
Badiuzzaman Said Nursi berkarakter tegas, berani, jujur, cinta ilmu dan menjaga pandangannya dari segala yang bukan haknya serta santun dan takzim kepada orangtua dan guru. Menginjak usia 15 tahun sudah hafal puluhan kitab referensi penting dan banyak mengalahkan ilmu ulama-ulama yang lebih senior darinya. Hal tersebut tak serta merta membuatnya merasa puas, ia harus berjalan antar daerah hanya untuk mengembara ilmu dan mengamalkan ilmunya.
Perjuangan Said Nursi di bidang pendidikan adalah mengusulkan sistem pendidikan yang tidak memisahkan ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu agama dalam pembelajarannya, melainkan mengintegrasikan antara ilmu agama dan ilmu umum di lembaga-lembaga pendidikan. Selain itu ia juga memperhatikan kesucian jiwa dan kehalusan budi (sufisme) dalam pendidikan sehingga terciptanya manusia yang berakhlakul karimah. Selain itu ia ingin mendirikan Medresetuz (halaman 327) yakni sebuah Universitas yang memadukan multi-keahlian. Tak ayal, idenya tersebut membawa ia masuk ke dalam jeruji besi karena dianggap menghina Sultan.
Adapun semangat cinta tanah air yang di tunjukkan Said Nursi adalah memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa untuk mencapai kemajuan, kemakmuran, ketentraman, kesejahteraan, dan keamanan adalah dengan mengamalkan lima Pilar utama, yaitu: Pertama: persatuan hati, Kedua: cinta bangsa, Kegita: Pendidikan, Keempat: memaksimalkan daya dan upaya manusia, Kelima: menghentikan pemborosan dan pemubadziran (halaman 334) dan masih banyak lagi perjuangan yang dilakukan Badiuzzamna Said Nursi untuk menegakkan Tauhid sekalipun harus menghadapi tentara dan pemimpin yang dzalim.
Pada saat usia remaja, apakah Said Nursi pernah jatuh cinta??? Pertanyaan Aysel kepada Hamzah dalam sebuah perjalanan menelusuri jejak Said Nursi.
“.... sesungguhnya Syaikh Badiuzzaman Said Nursi pada masa remajanya juga jatuh cinta. Hnaya saja catuh cintanya berbeda dengan para remaja pada umumnya zaman sekarang. Jatuh cintanya Syaikh Said Nursi saat remaja adalah jatuh cinta pada ilmu, jatuh cinta pada ibadah dan dakwah....” (halaman 239). Lalu apakah Said Nursi akan menikah? Dengan siapa? dengan Wanita seperti apa? Novel ini akan menjawab itu semua.
Kehadiran novel Api Tauhid  ini sangat pas dengan perkembangan dunia Islam saat ini. Pada satu sisi saat perkembangan dunia Islam dihadapkan pada persoalan radikalisme dan kaburnya orientasi peradaban, di sisi lain muncul perkembangan baru dengan hadirnya dunia Islam sebagai kekuatan ekonomi dan politik alternatif dunia yang menjanjikan. Prediksi hadirnya kekuatan baru ekonomi dunia yang dipelopori oleh negara-negara seperti Meksiko, Indonesia, Nigeria, dan Turki (MINT), adalah fenomena masa depan yang menggembirakan. Namun semua itu akan terealisasi apabila dunia Islam mampu menyelesaikan persoalan-persoalan internalnya yang berpotensi menguburkan cita-cita yang sudah di depan mata. Api Tauhid ini semacam bacaan reflektif terhadap perjuangan membangun peradaban Islam masa depan dan mengisi jiwa-jiwa para pejuang peradaban.
Ini bukan hanya novel sejarah yang menyadarkan, tapi juga novel cinta yang menggetarkan. Novelis No.1 Indonesia yang di nobatkan oleh INSANI Universitas Diponegoro, Habiburrahman El Shirazy atau yang dikenal dengan kang Abik mengemas kisah cinta di dalam novel ini begitu harmoni. Yah, kisah cinta yang suci selalu menciptakan keajaiban dan keteladanan. Sebelum menulis ini, saya bermimpi bertemu Kang Abik dalam suatu seminar... Semoga bisa berjumpa langsung dengan beliau jika Allah mengizinkan... dan harapan saya semoga kita juga bisa mengunjungi kota kelahiran Badiuzzaman Said Nursi... In syaa Allah

Selamat Membaca....
Peresensi : Ummi Mawaddah