Berbicara tentang Peta Kehidupan bukan lagi hal yang tabuh, namun
diantara kita mungkin masih ada yang merasa tidak mau tahu tujuan akhir
hidupnya, “Dari mana dan mau kemana”. Inilah pertanyaan yang sering terdengan
namun masih sulit untuk dijawab.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa fase yang harus
kita ketahui dalam kehidupan ini, fase yang telah kita jalani, yang sedang kita
jalani dan yang akan kita jalani, yaitu alam ruh, alam rahim, alam barzakh, dan
alam mahsyar
1.
Alam Ruh
Ingatkah bagaimana proses penciptaan Nabi Adam as., manusia pertama
yang diciptakan Allah swt., dalam peroses penciptaannya Allah meniupkan Ruh
kepadanya. Begitu pula dengan manusia keturunannya. Allah meniupkan Ruh untuk
menghidupkan jasad. Lalu, apa itu Ruh?
Kata Ruh dalam bentuk Ruha, Ruhin, Ruhi, Ruh dan Ruhihi disebutkan
dalam Alquran sebanyak 21 kali dalam 20 ayat dan termuat dalam 18 surah. Kata
Ruh mempunyai banyak makna, seperti:
a.
Ruh
yang diidhafahkan (disandarkan) Allah kepada diri Nya (Qs. Al-Hijr: 29)
b.
Ruh
dengan makna Malaikat yang paling mulia (Qs. An-Naba’: 38)
c.
Ruh
dengan makna Jibril (Qs. Assyu’ara: 26)
d.
Ruh
dengan makna Nabi Isa (Qs. An-Nisaa’: 171)
e.
Ruh
dengan makna Wahyu Allah (Qs. An-Nahl: 2)
f.
Ruh
dengan makna kemauan dan kekuatan batin (Qs. Al-Mujadalah: 22)
Nah, itu sekilas tentang makna Ruh. Akan tetapi keenam makna Ruh
diatas bukanlah makna Ruh yang diberikan kepada Nabi Adam as., tetapi makna Ruh
yang dimaksudkan adalah Ruh yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk
lainnya, Ruh yang menyebabkan manusia mampu mengemban tugas kekhalifahan di
bumi.
Dalam surah Al-Hijr ayat 29 dan surah Shaad ayat 72 dinyatakan
bahwa peniupan Ruh berlangsung setelah penyempurnaan aspek jasmani. Pada saat
itu juga terdapat suatu perjanjian yang sangat sakral antara Pencipta dengan
ciptaanNya, yakni antaa Tuhan dengan HambaNya. Sebagaimana yang tertuang dalam
Qs. Al-A’raaf ayat 172:
“Dan (ingatlah), ketika
Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah
mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku
ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami
menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu
tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang
lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"
Pada alam ini
semua calon-calon manusia bersaksi bahwa Allah lah yang menciptakan mereka,
Allah Tyhan Yang Maha Esa, semua Ruh menyaksikannya dan semua calon manusia
mengetahuinya.
2.
Alam Rahim
Alam
rahim adalah alam pada saat kita dalam kandungan Ibu kita, tepat nya pada saat
berada dalam Rahim ibu kita. Tahu nggak kenapa namanya Rahim? Ternyata itu
berasal dari nama sifat Allah yaitu Arrahim artinya Yang Maha Penyayang.
Maka sudah sepantasnya ibu kita sangat menyayangi kita saat dalam kandungannya
selama 9 bulan 10 hari, kemudian menyapihnya selama 2 tahun, sebagaimana Firman
Allah swt. dalam Qs. Lukman ayat 14 :
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat
baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan
lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Maka pada saat
kita dilahirkan kedunia orang yang pertama kali kita hormati adalah ibu kita,
karena jasanya dan kasih sayangnya kita dilahirkan dengan taruhan nyawanya. Hla
ini sesuai dengan Hadist Rasulullah saw. ketika seorang sahabat bertanya
tentang siapa yang wajib di hormati, kemudian Rasulullah saw. menyebutkan “Ibu
mu” sebanyak tiga kali, lalu “Ayah mu”.
Kemudian, pada
alam rahim dijelaskan bagaimana perkembangan janin dari mulai embrio sampai
menjadi manusia sempurna. Hal ini tertuang dalam Alquran surah Al-Mu’minuun
ayat 12-14 :
“Dan Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami
jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,
lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling
baik.”
Pada alam Rahim
ini penuh dengan pendidikan, dalam beberapa penelitian pada usia empat bulan
bayi dalam kandungan, indera pendengarannya sudah mulai berfungsi. Maka apa
yang dilakukan Ibu kita saat mengandung, sedikit banyaknya akan melekat kepada
kita baik itu secara fisik maupun psikis. Sebab alam rahim adalah alam yang
menentukan awal perkembangan kita selanjutnya pada saat di dunia. Hal ini telah
dijelaskan dalam sabda Rasulullah saw.
“setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanya
lah yang menjadikan ia Yahudi, atau Nashrani, atau Majusi” (Al-Hadis)
Walaupun dialam sebelumnya sudah ada perjanjian yang sangat terikat
dalam beragama, namun tetap pendidikan yang diberikan orang tua lah yang
menjadi dasar untuk kita menjalani kehidupan didunia. Sehingga ada orang yang
baik dan ada orang yang jahat, ada orang muslim dan ada orang non muslim.
3.
Alam Dunia
Alam dunia adalah alam yang sedang kita jalani, tempat diamana kita
belajar dan bekerja, semua aktivitas dan kegiatan manusia ada di alam ini. Alam
dimana kita harus menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Disinilah kita
mencari tahu dan melaksanakan tujuan penciptaan. Adapun yang pertama adalah
menyembah Allah swt. sebagaimana Qs. Adz-Dzariyat ayat 56
“Dan aku tidak menciptakan
jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Adapun yang kedua adalah sebagai khalifah, sebagaimana Qs.
Al-Baqoroh ayat 30
“Ingatlah ketika Tuhanmu
berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau
hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui
apa yang tidak kamu ketahui."
Setiap manusia mempunyai tugas sebagai pemimpin di muka bumi,
terutama pemimpin bagi dirinya sendiri untuk selalu melakukan perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-Nya. Apapun profesinya, apa saja yang dilakukan dan
diucapkan pasti akan dimintai pertanggung jawabannya, sebagaimana Sabda
Rasulullah saw.
“setiap kamu adalah pemimpin
dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabab terhadap apa yang
dipimpinnya” (Al-Hadist)
Nah, lalu dialam dunia bagaimana kita bisa mengetahui apa saja yang
di perintahkan dan dilarang Allah? Untuk itu kita harus belajar dari Alquran
dan Hadis. Dengan membacanya, mamahami tafsirnya, metadabburkannya, dan
mengamalkan isi kandungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan Alquran dan Hadis
serta sumber Islam lainnya, manusia belajar tentang Iman, Islam dan Ihsan.
Dengan mengamalkan Alquran dan Hadis, Insyaallah tujuan penciptaan akan
terlaksana.
4.
Alam Kubur
Para
pembaca yang dirahmati Allah, tidak ada yang mengetahui kapan, bagaimana dan
dimana kita mengalami kematian. Hal ini merupakan rahasia Ilahi. Hanya Allah
yang mengetahui dan mengatur kehidupan, namun yang pasti kematian merupakan hal
yang akan terjadi pada setiap manusia. Sebagaimana pernyataan Allah swt. dalam
Qs. Al-‘Imraan ayat 185
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”
Kematian
merupakan hal sangat ditakutkan oleh setiap orang. Bika dalam keadaan siap
maupun tidak siap. Ada orang yang matinya dalam keadaan husnul khotimah, yakni
mati dalam keadaan baik, tenang, dan sempat mengucapkan kalimat Tauhid,
beruntung sekali mereka yang matinya dalam keadaan husnul khotimah yang
disebabkan amal ibadah mereka selama hidup didunia. Semoga kita termasuk
golongan ini (aamiin).
Selain
itu, ada juga golongan orang yang matinya dalam keadaan su’ul khotimah, yakni
mati dalam keadaan buruk Disebabkan buruk ucapannya, buruk perilakunya, buruk
proses kematiannya, dan buruk amal nya semasa hidup didunia, mereka yang
senantiasa merbuat maksiat, melakukan dosa, berbuat jahat kepada manusia dan
merusak alam, sehingga Allah murka terhadapnya dan memberi azab.
Na’uzubillahimindzalik. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan ini.
Setelah
masuk kealam kubur, sudah ada dua malaikat yang menanti, Nunkar dan Nakir, yang
bertugas memberi pertanyaan dan memberi hukuman. Siapa Tuhan mu? Apa Agama mu?
Siapa Nabi mu? Apa kitab mu? selanjutnya yang menjawab bukan lah mulut kita
atau jasad kita, melainkan amal kita. Itu sebabnya di dunia ini kita harus
banyak beramal sholih. Dan kalau tidak bisa menjawab, maka ada malaikat yang
siap menghukum, memukul, mencambuk dengan sekeras-kerasnya, lalu sampai kapan
ini berlangsung? Sampai tiba hari kiamat. Dan kapan hari kiamat terjadi?
Wallahua’lam bishshowab.
5.
Alam Mahsyar
Apakah hari kiamat itu? Bgaimana terjadinya? Dan kapan terjadinya?
Tidak ada yang mengetauinya, bahkan Rasulullah saw. juga tidak mengetahuinya,
beliau hanya memberi tahu tanda-tandanya. Namun hanya Allah yang mengetahui
waktu terjadinya. Bnyak sekali di Al-Qur’an yang mengisahkan tentang hari kiamat.
Salah satunya yang sering kita baca, yakni Qs. Al-Qaari’ah ayat 1-5
“Hari kiamat.
Apakah hari kiamat itu?. Tahukah kamu Apakah hari kiamat itu?. Pada hari itu
manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran. Dan gunung-gunung adalah
seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”
Pada hari itu
semua manusia dihidupkan kembali dan dikumpulkan di suatu tempat yang sangat
luas yang bernama padang Mahsyar. Dalam suatu riwayat dijelaskan tentang
keadaan di padang Mahsyar bahwa posisi matahari berada satu jengkkal diatas
kepala manusia, keadaan satu hari sama dengan seribu tahun di dunia, pada saat
itu semua manusia dalam keadaan menyasal dan malu, sebab Allah akan memutar
ulang semua kejadian dan memperlihatkan amal mereka dalam keadaan ketakutan dan
menangis serta memohon untuk dikembalikan kedunia walau hanya satu hari untuk
menyembah Allah. Namun hal itu tidak lah berlaku lagi, ketentuan Allah sudah
terjadi, tidak akan bisa kembali lagi, apabila hari akhir terjadi maka Dia
hanya mengatakan Kun Fayakun.
Setelah dikumpulkan dialam Mahsyar, menua umat manusia akan dibawa
ke Yaumil Mizan, yakni tempat dimana setiap manusia akan ditimbang amal baik
dan amal buruknya. Barang siapa yang berat amal baiknya maka ia akan masuk ke
dalam surga. Dang barang siapa yang lebih berat amal buruknya maka ia akan
masuk ke dalam Neraka.
Sekarang semuanya sudah semakin jelas mengenai Peta Kehidupan.
Ternyata masih ada kehidupan lagi setelah kehidupan di dunia. Ternyata semua
amal baik dan buruk kita akan dibalas Allah swt. Ternyata kehidupan dunia hanya
sementara dan kehidupan akhirat lah yang kekal dan abadi selamanya.
Pada akhirnya, redaksi pada Qs. Al-Baqaraah ayat 156 merupakan
akhir kembalinya kita.
“Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan
kepada-Nya-lah Kami kembali.”
Dengan demikian mari kita senantiasa memperbaiki diri untuk
senantiasa beramal sholih, menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua,
menyegerakan rukun Islam dan berbuat baik kepada sesama. Sebab Peta Kehidupan
ini hanya bermulia dari alam ruh, kemudian alam rahin, lalu lahir ke alam
dunia, dan masuk ke alam kubur dan terakhir berkumpul di alam mahsyar.
Untuk itu mari kita senantiasa bertaubat, hindari maksiat, karena
hidup hanya sesaat, ingatlah kematian sangat dekat, mari kita berdo’a agar
selamat dan kita harus bertekad untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di
akhirat.
wallahua'lam
wallahua'lam
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar