Selasa, 01 Maret 2016

Peta Kehidupan





Berbicara tentang Peta Kehidupan bukan lagi hal yang tabuh, namun diantara kita mungkin masih ada yang merasa tidak mau tahu tujuan akhir hidupnya, “Dari mana dan mau kemana”. Inilah pertanyaan yang sering terdengan namun masih sulit untuk dijawab.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa fase yang harus kita ketahui dalam kehidupan ini, fase yang telah kita jalani, yang sedang kita jalani dan yang akan kita jalani, yaitu alam ruh, alam rahim, alam barzakh, dan alam mahsyar

1.      Alam Ruh
Ingatkah bagaimana proses penciptaan Nabi Adam as., manusia pertama yang diciptakan Allah swt., dalam peroses penciptaannya Allah meniupkan Ruh kepadanya. Begitu pula dengan manusia keturunannya. Allah meniupkan Ruh untuk menghidupkan jasad. Lalu, apa itu Ruh?
Kata Ruh dalam bentuk Ruha, Ruhin, Ruhi, Ruh dan Ruhihi disebutkan dalam Alquran sebanyak 21 kali dalam 20 ayat dan termuat dalam 18 surah. Kata Ruh mempunyai banyak makna, seperti:
a.       Ruh yang diidhafahkan (disandarkan) Allah kepada diri Nya (Qs. Al-Hijr: 29)
b.      Ruh dengan makna Malaikat yang paling mulia (Qs. An-Naba’: 38)
c.       Ruh dengan makna Jibril (Qs. Assyu’ara: 26)
d.      Ruh dengan makna Nabi Isa (Qs. An-Nisaa’: 171)
e.       Ruh dengan makna Wahyu Allah (Qs. An-Nahl: 2)
f.        Ruh dengan makna kemauan dan kekuatan batin (Qs. Al-Mujadalah: 22)

Nah, itu sekilas tentang makna Ruh. Akan tetapi keenam makna Ruh diatas bukanlah makna Ruh yang diberikan kepada Nabi Adam as., tetapi makna Ruh yang dimaksudkan adalah Ruh yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk lainnya, Ruh yang menyebabkan manusia mampu mengemban tugas kekhalifahan di bumi.
Dalam surah Al-Hijr ayat 29 dan surah Shaad ayat 72 dinyatakan bahwa peniupan Ruh berlangsung setelah penyempurnaan aspek jasmani. Pada saat itu juga terdapat suatu perjanjian yang sangat sakral antara Pencipta dengan ciptaanNya, yakni antaa Tuhan dengan HambaNya. Sebagaimana yang tertuang dalam Qs. Al-A’raaf ayat 172:

 “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"

            Pada alam ini semua calon-calon manusia bersaksi bahwa Allah lah yang menciptakan mereka, Allah Tyhan Yang Maha Esa, semua Ruh menyaksikannya dan semua calon manusia mengetahuinya.

2.      Alam Rahim
Alam rahim adalah alam pada saat kita dalam kandungan Ibu kita, tepat nya pada saat berada dalam Rahim ibu kita. Tahu nggak kenapa namanya Rahim? Ternyata itu berasal dari nama sifat Allah yaitu Arrahim artinya Yang Maha Penyayang. Maka sudah sepantasnya ibu kita sangat menyayangi kita saat dalam kandungannya selama 9 bulan 10 hari, kemudian menyapihnya selama 2 tahun, sebagaimana Firman Allah swt. dalam Qs. Lukman ayat 14 :

 “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

            Maka pada saat kita dilahirkan kedunia orang yang pertama kali kita hormati adalah ibu kita, karena jasanya dan kasih sayangnya kita dilahirkan dengan taruhan nyawanya. Hla ini sesuai dengan Hadist Rasulullah saw. ketika seorang sahabat bertanya tentang siapa yang wajib di hormati, kemudian Rasulullah saw. menyebutkan “Ibu mu” sebanyak tiga kali, lalu “Ayah mu”.
            Kemudian, pada alam rahim dijelaskan bagaimana perkembangan janin dari mulai embrio sampai menjadi manusia sempurna. Hal ini tertuang dalam Alquran surah Al-Mu’minuun ayat 12-14 :

 “Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”

            Pada alam Rahim ini penuh dengan pendidikan, dalam beberapa penelitian pada usia empat bulan bayi dalam kandungan, indera pendengarannya sudah mulai berfungsi. Maka apa yang dilakukan Ibu kita saat mengandung, sedikit banyaknya akan melekat kepada kita baik itu secara fisik maupun psikis. Sebab alam rahim adalah alam yang menentukan awal perkembangan kita selanjutnya pada saat di dunia. Hal ini telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah saw.

“setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanya lah yang menjadikan ia Yahudi, atau Nashrani, atau Majusi” (Al-Hadis)
           
Walaupun dialam sebelumnya sudah ada perjanjian yang sangat terikat dalam beragama, namun tetap pendidikan yang diberikan orang tua lah yang menjadi dasar untuk kita menjalani kehidupan didunia. Sehingga ada orang yang baik dan ada orang yang jahat, ada orang muslim dan ada orang non muslim.

3.      Alam Dunia
Alam dunia adalah alam yang sedang kita jalani, tempat diamana kita belajar dan bekerja, semua aktivitas dan kegiatan manusia ada di alam ini. Alam dimana kita harus menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Disinilah kita mencari tahu dan melaksanakan tujuan penciptaan. Adapun yang pertama adalah menyembah Allah swt. sebagaimana Qs. Adz-Dzariyat ayat 56

 “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Adapun yang kedua adalah sebagai khalifah, sebagaimana Qs. Al-Baqoroh ayat 30

 “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Setiap manusia mempunyai tugas sebagai pemimpin di muka bumi, terutama pemimpin bagi dirinya sendiri untuk selalu melakukan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Apapun profesinya, apa saja yang dilakukan dan diucapkan pasti akan dimintai pertanggung jawabannya, sebagaimana Sabda Rasulullah saw.

 “setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabab terhadap apa yang dipimpinnya” (Al-Hadist)

Nah, lalu dialam dunia bagaimana kita bisa mengetahui apa saja yang di perintahkan dan dilarang Allah? Untuk itu kita harus belajar dari Alquran dan Hadis. Dengan membacanya, mamahami tafsirnya, metadabburkannya, dan mengamalkan isi kandungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan Alquran dan Hadis serta sumber Islam lainnya, manusia belajar tentang Iman, Islam dan Ihsan. Dengan mengamalkan Alquran dan Hadis, Insyaallah tujuan penciptaan akan terlaksana.

4.      Alam Kubur
Para pembaca yang dirahmati Allah, tidak ada yang mengetahui kapan, bagaimana dan dimana kita mengalami kematian. Hal ini merupakan rahasia Ilahi. Hanya Allah yang mengetahui dan mengatur kehidupan, namun yang pasti kematian merupakan hal yang akan terjadi pada setiap manusia. Sebagaimana pernyataan Allah swt. dalam Qs. Al-‘Imraan ayat 185

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”

Kematian merupakan hal sangat ditakutkan oleh setiap orang. Bika dalam keadaan siap maupun tidak siap. Ada orang yang matinya dalam keadaan husnul khotimah, yakni mati dalam keadaan baik, tenang, dan sempat mengucapkan kalimat Tauhid, beruntung sekali mereka yang matinya dalam keadaan husnul khotimah yang disebabkan amal ibadah mereka selama hidup didunia. Semoga kita termasuk golongan ini (aamiin).
Selain itu, ada juga golongan orang yang matinya dalam keadaan su’ul khotimah, yakni mati dalam keadaan buruk Disebabkan buruk ucapannya, buruk perilakunya, buruk proses kematiannya, dan buruk amal nya semasa hidup didunia, mereka yang senantiasa merbuat maksiat, melakukan dosa, berbuat jahat kepada manusia dan merusak alam, sehingga Allah murka terhadapnya dan memberi azab. Na’uzubillahimindzalik. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan ini.

Setelah masuk kealam kubur, sudah ada dua malaikat yang menanti, Nunkar dan Nakir, yang bertugas memberi pertanyaan dan memberi hukuman. Siapa Tuhan mu? Apa Agama mu? Siapa Nabi mu? Apa kitab mu? selanjutnya yang menjawab bukan lah mulut kita atau jasad kita, melainkan amal kita. Itu sebabnya di dunia ini kita harus banyak beramal sholih. Dan kalau tidak bisa menjawab, maka ada malaikat yang siap menghukum, memukul, mencambuk dengan sekeras-kerasnya, lalu sampai kapan ini berlangsung? Sampai tiba hari kiamat. Dan kapan hari kiamat terjadi? Wallahua’lam bishshowab.

5.      Alam Mahsyar
Apakah hari kiamat itu? Bgaimana terjadinya? Dan kapan terjadinya? Tidak ada yang mengetauinya, bahkan Rasulullah saw. juga tidak mengetahuinya, beliau hanya memberi tahu tanda-tandanya. Namun hanya Allah yang mengetahui waktu terjadinya. Bnyak sekali di Al-Qur’an yang mengisahkan tentang hari kiamat. Salah satunya yang sering kita baca, yakni Qs. Al-Qaari’ah ayat 1-5
  
“Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu?. Tahukah kamu Apakah hari kiamat itu?. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran. Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”

            Pada hari itu semua manusia dihidupkan kembali dan dikumpulkan di suatu tempat yang sangat luas yang bernama padang Mahsyar. Dalam suatu riwayat dijelaskan tentang keadaan di padang Mahsyar bahwa posisi matahari berada satu jengkkal diatas kepala manusia, keadaan satu hari sama dengan seribu tahun di dunia, pada saat itu semua manusia dalam keadaan menyasal dan malu, sebab Allah akan memutar ulang semua kejadian dan memperlihatkan amal mereka dalam keadaan ketakutan dan menangis serta memohon untuk dikembalikan kedunia walau hanya satu hari untuk menyembah Allah. Namun hal itu tidak lah berlaku lagi, ketentuan Allah sudah terjadi, tidak akan bisa kembali lagi, apabila hari akhir terjadi maka Dia hanya mengatakan Kun Fayakun.

Setelah dikumpulkan dialam Mahsyar, menua umat manusia akan dibawa ke Yaumil Mizan, yakni tempat dimana setiap manusia akan ditimbang amal baik dan amal buruknya. Barang siapa yang berat amal baiknya maka ia akan masuk ke dalam surga. Dang barang siapa yang lebih berat amal buruknya maka ia akan masuk ke dalam Neraka.

Sekarang semuanya sudah semakin jelas mengenai Peta Kehidupan. Ternyata masih ada kehidupan lagi setelah kehidupan di dunia. Ternyata semua amal baik dan buruk kita akan dibalas Allah swt. Ternyata kehidupan dunia hanya sementara dan kehidupan akhirat lah yang kekal dan abadi selamanya.

Pada akhirnya, redaksi pada Qs. Al-Baqaraah ayat 156 merupakan akhir kembalinya kita.
 “Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali.”

Dengan demikian mari kita senantiasa memperbaiki diri untuk senantiasa beramal sholih, menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, menyegerakan rukun Islam dan berbuat baik kepada sesama. Sebab Peta Kehidupan ini hanya bermulia dari alam ruh, kemudian alam rahin, lalu lahir ke alam dunia, dan masuk ke alam kubur dan terakhir berkumpul di alam mahsyar.

Untuk itu mari kita senantiasa bertaubat, hindari maksiat, karena hidup hanya sesaat, ingatlah kematian sangat dekat, mari kita berdo’a agar selamat dan kita harus bertekad untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

wallahua'lam

Semoga bermanfaat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar