Kamis, 23 Juni 2016

PROGRAM KEMANFAATAN & PEMBERDAYAAN DOMPET DHUAFA MENUJU KESEJAHTERAAN UMAT




Sebagai seorang Muslim, menunaikan zakat merupakan kegiatan yang bersifat wajib dalam kehidupan apabila sudah tercapai nisab dan haulnya. Selain itu, zakat merupakan komponen utama dalam sistem keuangan publik sekaligus kebijakan fisikal yang utama dalam sistem ekonomi Islam. Pengumpulan dan penyaluran serta potensi zakat (infak dan sedekah) sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, akhir-akhir ini sudah menjadi kajian multi dimensi dalam khasanan literatur ekonomi Islam. Menurut para ahli intelektual Muslim,  zakat sebagai sebuah teori jika terealisasikan dengan baik dan benar maka akan terciptanya pembangunan dan kesejarteraan terutama yang mengangkut masalah keuangan publik.

Dalam konsep fikih zakat menyebutkan bahwa sistem zakat berusaha untuk mempertemukan pihak suplus Muslim  (muzaki) dengan pihak defisit Muslim (mustahik). Hal ini dilakukan dengan harapan terjadi proyeksi pemerataan pendapatan antara surplus Muslim dan defisit Muslim atau bahkan menjadikan kelompok defisit Muslim menjadi surplus. (Mustafa E: 2006,208)

Dompet Dhuafa merupakan lembaga penyalur Zakat yang sudah berkompeten dan berpengalaman berupaya agar masyarakat senantiasa memiliki kesadaran untuk menunaikan zakat dan berupaya semaksimal mungkin menyalurkannnya kepada yang berhak menerima zakat dan mengelola dana zakat agar dapat diberdayakan oleh masyarakat.. Agar dana zakat, infak dan sedekah tersalurkan secara tepat, maka penulis tertarik memberikan gagasan mengenai program-program kemanfaatan dan pemberdayaan Dompet Dhuafa menuju kesejahteraan umat. Adapun program-program tersebut ialah:

1.      Pemberdayaan Ekonomi
Pemberdayaan ekonomi dimaksudkan mengatasi masalah finansial yang dihadapi oleh kaum dhuafa seperti tukang becak, tukang sampah, buruh kasar, loper koran dan dhuafa lainnya. Pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan pemberian biaya setiap hari jum’at secara rutin dan berkelanjutan guna mengurangi beban biaya hidup sehari-hari. Selain itu Pemberdayaan Ekonomi juga diiringi dengan pendataan dan pemberian binaan dan pendidikan serta modal usaha seperti hewan ternak, warung berkah, dan sebagainya kepada mereka agar mampu menjadi orang yang bermanfaat kepada sesama.

2.      SAYANG (Sahabat Yatim Cemerlang)
Penulis menyadari, bahwa anak-anak yatim mayoritas merupakan anak yang kurang mendapatkan perhatian, namun ada diantara mereka yang memiliki prestasi bahkan memiliki potensi dan keahlian khusus yang dapat mengantarkan mereka sukses di masa depan. Sahabat Yatim Cemerang merupakan target dari pemberdayaan Dompet Dhuafa yang harus dilakukan dengan pemberian beasiswa dan pelatihan kepada anak-anak yatim yang memiliki bakat, atau keahlian yang mereka mumpuni. Selain itu, pemberian pelatihan dimaksudkan untuk menggali potensi-potensi mereka yang masih terpendam, memberikan pelayanan konsultasi dan perhatian kepada mereka. Dalam hal ini para pengelola Dompet Dhuafa menjadi keluarga dan para donatur menjadi orangtua asuh bagi mereka khususnya anak-anak yatim mulai dari usia 0-19 Tahun.

3.      Bunda Yatim Mandiri
Bukan hanya anak yatim saja yang mendapat perhatian, dalam program ini orang tua tunggal (Ibu) dari anak yatim tersebut juga mendapatkan santunan dan pelatihan. Tujuan program ini adalah agar Bunda Yatim binaan Dompet Dhuafa lebih memahami dasar-dasar mendidik anak dengan baik. Selain mendapatkan kajian dasar mendidik anak, Bunda Yatim juga mendapatkan materi keterampilan dan kewirausahaan agar menjadi orangtua yang mandiri, sukses di dunia maupun di akhirat.

4.      Layanan Ambulance
Layanan Ambulance diberikan secara gratis kepada kaum dhuafa binaan Dompet Dhuafa. Hal ini bertujuan mengurangi beban finansial yang dihadapi keluarga binaan ketika mengalami musibah.

5.      Sumber Air Bersih
Kita sama-sama mengetahui bahwa Air merupakan sumber kehidupan baik untuk di konsumsi untuk membersihkan dan untuk berwudhu. Penyaluran dana zakat, infak dan sedekah juga dapat dimanfaatkan untuk masyarakat yang berdomisili di wilayah yang kekurangan Sumber Air Bersih.

6.      PRAKTIS (Praktek Medis Gratis)
Praktek Medis gratis disediakan kepada kaum dhuafa binaan yang bertujuan memberikan layanan kesehatan kepada mereka. Kegiatan ini bisa dilakukan per priode ataupun secara rutin yakni, melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat dan memberikan layanan kesehatan kepada mereka yang sedang sakit secara gratis.

7.      GENPRES (Generasi Prestasi)
Generasi Prestasi diberikan kepada Mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik. Pemberian beasiswa Generasi Prestasi disertai dengan pemberian pelatihan minat dan bakat, seminar, workshop dan lokakarya lainnya agar menjadi Generasi yang mandiri dan mampu bersaing dalam dunia kerja. Generasi Prestasi juga diharapkan mampu meningkatkan dan membantu lembaga Dompet Dhuafa dalam memberikan manfaat kepada umat.

8.      SAJA (Sekolah Anak Jalanan)
Banyak sekali kita jumpai anak-anak jalanan yang membawa kotak-kotak infak ataupun hanya sekedar minta-minta di pinggir jalan pada jam-jam kerja. Program Sekolah Anak Jalanan ini diharapkan mampu mengurangi jumlah angka anak yang putus sekolah ataupun yang tidak melanjutkan sekolah karena kendala biaya.

9.      IBU QU (Insentif Bulanan Guru AlQur’an)
Sebagai penghormatan kepada guru-guru yang mengajarkan Al-Qur’an maka Dompet Dhuafa sudah selayaknya melaksanakan program tersebut di kantor atau di Mesjid atau di rumah binaan. Program IBU QU memberikan pelatihan kepada guru Alquran mengenai manajemen pembelajaran dan cara membentuk karakter anak.

10.  REMES (Remaja Mesjid Sukses)
Remaja Mesjid merupakan penggerak kegiatan keagamaan (Hari Besar Islam) di suatu daerah. Untuk itu, penulis memandang perlu memberikan pelatihan kepada Remaja Mesjid dalam memberikan bekal ilmu dan keterampilan, sehingga mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat setempat. Program ini juga membantu para Remaja Mesjid agar terhindar dari penyakit-penyakit sosial seperti narkoba, pergaulan bebas, pencurian, dan lain sebagainya.

11.  GEMA (Gerakan Membaca Alquran)
Dalam hal ini, Dompet Dhuafa memberikan infak dan sedekah berupa Alquran dan buku-buku bacaan Islami kepada Mesjid-Mesjid, kepada para Musafir, kepada Madrasah-Madrasah atau ke rumah-rumah yang masih memerlukannya. Gerakan Membaca Alquran ini di program sedemikian rupa sehingga menumbuhkan rasa cinta kepada Alquran bagi masyarakat.

12.  Muallaf Center
Program Muallaf Center dilaksanakan untuk memberikan pemahaman tentang Islam secara mantap kepada para Muallaf agar mereka mampu menjalankan syariat Islam kecara Kaffah. Selain itu juga para Muallaf didata dan diberikan bantuan serta pelatihan secara rutin dan berkelanjutan. Untuk itu, penulis menganggap perlu di adakan perkumpulan Muallaf di daerah tertentu yang disebut dengan Muallaf Center.

Dengan adanya program-program tersebut, para kaum dhuafa akan merasakan manfaat dan pemberdayaan dari lembaga Dompet Dhuafa. Selain itu gerakan Zakatnesia turut bertartisipasi menumbuhkan semangat membayar zakat bagi seluruh masyarakat Indonesia dan menyalurkannya dengan baik dan benar, sehingga tidak ada lagi kita dengar di media tentang “pembagian zakat menelan korban jiwa”  Na’uzubillah . Namun sebaliknya apabila semua unsur masyarakat peduli dan merealisasikan zakat, maka negara Indonesia akan menjadi Negara Baldatun thoyyibatun wa robbun ghoffur. In syaa Allah....

Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar