Sebagai
seorang Muslim, menunaikan zakat merupakan kegiatan yang bersifat wajib dalam
kehidupan apabila sudah tercapai nisab dan haulnya. Selain itu, zakat merupakan
komponen utama dalam sistem keuangan publik sekaligus kebijakan fisikal yang
utama dalam sistem ekonomi Islam. Pengumpulan dan penyaluran serta potensi
zakat (infak dan sedekah) sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, akhir-akhir
ini sudah menjadi kajian multi dimensi dalam khasanan literatur ekonomi Islam.
Menurut para ahli intelektual Muslim,
zakat sebagai sebuah teori jika terealisasikan dengan baik dan benar
maka akan terciptanya pembangunan dan kesejarteraan terutama yang mengangkut
masalah keuangan publik.
Dalam
konsep fikih zakat menyebutkan bahwa sistem zakat berusaha untuk mempertemukan
pihak suplus Muslim (muzaki) dengan
pihak defisit Muslim (mustahik). Hal ini dilakukan dengan harapan terjadi
proyeksi pemerataan pendapatan antara surplus Muslim dan defisit Muslim atau
bahkan menjadikan kelompok defisit Muslim menjadi surplus. (Mustafa E:
2006,208)
Dompet
Dhuafa merupakan lembaga penyalur Zakat
yang sudah berkompeten dan berpengalaman berupaya agar masyarakat senantiasa
memiliki kesadaran untuk menunaikan zakat dan berupaya semaksimal mungkin
menyalurkannnya kepada yang berhak menerima zakat dan mengelola dana zakat agar
dapat diberdayakan oleh masyarakat.. Agar dana zakat, infak dan sedekah
tersalurkan secara tepat, maka penulis tertarik memberikan gagasan mengenai
program-program kemanfaatan dan pemberdayaan Dompet Dhuafa menuju
kesejahteraan umat. Adapun program-program tersebut ialah:
1.
Pemberdayaan Ekonomi
Pemberdayaan ekonomi dimaksudkan mengatasi masalah finansial yang
dihadapi oleh kaum dhuafa seperti tukang becak, tukang sampah, buruh kasar,
loper koran dan dhuafa lainnya. Pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan pemberian
biaya setiap hari jum’at secara rutin dan berkelanjutan guna mengurangi beban
biaya hidup sehari-hari. Selain itu Pemberdayaan Ekonomi juga diiringi dengan
pendataan dan pemberian binaan dan pendidikan serta modal usaha seperti hewan
ternak, warung berkah, dan sebagainya kepada mereka agar mampu menjadi orang
yang bermanfaat kepada sesama.
2.
SAYANG (Sahabat Yatim Cemerlang)
Penulis menyadari, bahwa anak-anak yatim mayoritas merupakan anak
yang kurang mendapatkan perhatian, namun ada diantara mereka yang memiliki
prestasi bahkan memiliki potensi dan keahlian khusus yang dapat mengantarkan
mereka sukses di masa depan. Sahabat Yatim Cemerang merupakan target dari
pemberdayaan Dompet Dhuafa yang harus dilakukan dengan pemberian beasiswa
dan pelatihan kepada anak-anak yatim yang memiliki bakat, atau keahlian yang
mereka mumpuni. Selain itu, pemberian pelatihan dimaksudkan untuk menggali
potensi-potensi mereka yang masih terpendam, memberikan pelayanan konsultasi
dan perhatian kepada mereka. Dalam hal ini para pengelola Dompet Dhuafa
menjadi keluarga dan para donatur menjadi orangtua asuh bagi mereka khususnya
anak-anak yatim mulai dari usia 0-19 Tahun.
3.
Bunda Yatim Mandiri
Bukan hanya anak yatim saja yang mendapat perhatian, dalam program
ini orang tua tunggal (Ibu) dari anak yatim tersebut juga mendapatkan santunan
dan pelatihan. Tujuan program ini adalah agar Bunda Yatim binaan Dompet
Dhuafa lebih memahami dasar-dasar mendidik anak dengan baik. Selain
mendapatkan kajian dasar mendidik anak, Bunda Yatim juga mendapatkan materi
keterampilan dan kewirausahaan agar menjadi orangtua yang mandiri, sukses di
dunia maupun di akhirat.
4.
Layanan Ambulance
Layanan Ambulance diberikan secara gratis kepada kaum dhuafa binaan
Dompet Dhuafa. Hal ini bertujuan mengurangi beban finansial yang
dihadapi keluarga binaan ketika mengalami musibah.
5.
Sumber Air Bersih
Kita sama-sama mengetahui bahwa Air merupakan sumber kehidupan baik
untuk di konsumsi untuk membersihkan dan untuk berwudhu. Penyaluran dana zakat,
infak dan sedekah juga dapat dimanfaatkan untuk masyarakat yang berdomisili di
wilayah yang kekurangan Sumber Air Bersih.
6.
PRAKTIS (Praktek Medis Gratis)
Praktek Medis gratis disediakan kepada kaum dhuafa binaan yang
bertujuan memberikan layanan kesehatan kepada mereka. Kegiatan ini bisa
dilakukan per priode ataupun secara rutin yakni, melakukan pemeriksaan kesehatan
kepada masyarakat dan memberikan layanan kesehatan kepada mereka yang sedang
sakit secara gratis.
7.
GENPRES (Generasi Prestasi)
Generasi Prestasi diberikan kepada Mahasiswa yang memiliki prestasi
akademik maupun non akademik. Pemberian beasiswa Generasi Prestasi disertai
dengan pemberian pelatihan minat dan bakat, seminar, workshop dan lokakarya
lainnya agar menjadi Generasi yang mandiri dan mampu bersaing dalam dunia
kerja. Generasi Prestasi juga diharapkan mampu meningkatkan dan membantu lembaga
Dompet Dhuafa dalam memberikan manfaat kepada umat.
8.
SAJA (Sekolah Anak Jalanan)
Banyak sekali kita jumpai anak-anak jalanan yang membawa
kotak-kotak infak ataupun hanya sekedar minta-minta di pinggir jalan pada
jam-jam kerja. Program Sekolah Anak Jalanan ini diharapkan mampu mengurangi
jumlah angka anak yang putus sekolah ataupun yang tidak melanjutkan sekolah
karena kendala biaya.
9.
IBU QU (Insentif Bulanan Guru AlQur’an)
Sebagai penghormatan kepada guru-guru yang mengajarkan Al-Qur’an
maka Dompet Dhuafa sudah selayaknya melaksanakan program tersebut di
kantor atau di Mesjid atau di rumah binaan. Program IBU QU memberikan pelatihan
kepada guru Alquran mengenai manajemen pembelajaran dan cara membentuk karakter
anak.
10. REMES (Remaja Mesjid Sukses)
Remaja Mesjid merupakan penggerak kegiatan keagamaan (Hari Besar
Islam) di suatu daerah. Untuk itu, penulis memandang perlu memberikan pelatihan
kepada Remaja Mesjid dalam memberikan bekal ilmu dan keterampilan, sehingga
mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat setempat. Program ini juga
membantu para Remaja Mesjid agar terhindar dari penyakit-penyakit sosial
seperti narkoba, pergaulan bebas, pencurian, dan lain sebagainya.
11. GEMA (Gerakan Membaca Alquran)
Dalam hal ini, Dompet Dhuafa memberikan infak dan sedekah
berupa Alquran dan buku-buku bacaan Islami kepada Mesjid-Mesjid, kepada para
Musafir, kepada Madrasah-Madrasah atau ke rumah-rumah yang masih memerlukannya.
Gerakan Membaca Alquran ini di program sedemikian rupa sehingga menumbuhkan
rasa cinta kepada Alquran bagi masyarakat.
12. Muallaf Center
Program Muallaf Center dilaksanakan untuk memberikan pemahaman
tentang Islam secara mantap kepada para Muallaf agar mereka mampu menjalankan
syariat Islam kecara Kaffah. Selain itu juga para Muallaf didata dan
diberikan bantuan serta pelatihan secara rutin dan berkelanjutan. Untuk itu,
penulis menganggap perlu di adakan perkumpulan Muallaf di daerah tertentu yang
disebut dengan Muallaf Center.
Dengan
adanya program-program tersebut, para kaum dhuafa akan merasakan manfaat dan
pemberdayaan dari lembaga Dompet Dhuafa. Selain itu gerakan Zakatnesia
turut bertartisipasi menumbuhkan semangat membayar zakat bagi seluruh
masyarakat Indonesia dan menyalurkannya dengan baik dan benar, sehingga tidak
ada lagi kita dengar di media tentang “pembagian zakat menelan korban jiwa” Na’uzubillah . Namun sebaliknya apabila
semua unsur masyarakat peduli dan merealisasikan zakat, maka negara Indonesia
akan menjadi Negara Baldatun thoyyibatun wa robbun ghoffur. In syaa Allah....
Semoga
Bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar